CINTA TERLARANG
Hari
ini adalah hari pertama Riyan masuk sekolah lagi, setelah lamanya Riyan masuk
sekolah. Semulanya Riyan kelas 1, 2 dan Riyan pun naik kelas 3.
Hari
ini Riyan memasuki kelas 3 IPA-2. Setelah Riyan memasuki ruang kelas 3 IPA-2
itu, dia melihat sesosok teman yang sudah tak asing lagi yaitu teman akrabnya.
”Hay
Riyan” seru Deni.
Salah
satu sahabat Riyan sejak masih kelas satu.
”Hallo sobat” balas Riyan.
”Kita
bertemu lagi”
”
Gue kira kita gaki bakalan ketemu lagi, dan tidak pernah pernah jumpa satu
kelas lagi”
Dan Deni mendekati Riyan dan mengajak dia satu tempat
duduk.
”Hai Riyan kamuy duduk sama siapa?” tanya Deni.
”Lo sendiri?” Riyan balik tanya
”Gue yang nanyak sama kamu dimana kamu duduk kok nanya
balik sama gue sih?” Kata Deni.
”Bagaimana kalau kamu duduk sama gue aja ?” Ajak
Deni menawarkan.
Mereka pun mencari bangku dan duduk berdua, mereka
ngobrol – ngobrol dan bercanda – canda. Di tengah obrolan mereka datanglah
seorang gadis masuk lewat pintu. Riyan pun melihat gadis itu, Deni pun melungu
semacam sapi ompong, dan gadis itu pun mengangguk. Kemudian gadis itu pun pergi
ke tempat duduknya dan ngobrol sama temen – temennya.
Rupanya
Riyan bertanya dalam hatinya. Udah dua tahun saya bersekolah di SMU ini, belum
pernah aku jumpa sama dia, aku yakin dia pasti anak baru.
Bel
tanda masuk kelas berbunyi, dan semua murid – murid pun masuk ke dalam kelas.
Semua murid – murid menempati tempat duduknya masing – masing. Lalu perempuan itu berdiri dan menyapa murid – murid di
dalam kelas.
”Selamat pagi teman – teman semua, nama ku Jane” Seru
gadis itu
” Siapa? Kurang keras! ” Jawab Bondan yang duduk dibangku
paling pojok sebelah kanan.
” Nama ku Jane ” ulang gadis itu dengan sikap tersenyum.
” Asal dari mana? ” Sambung Bondan.
” Saya berasal dari Medan ” Jawab gadis itu.
” Ohh. Anak metropolitan ya?. Teman ku pulang dari Medan
katanya orang Medan itu sombong – sombong. Apakah betul Jane? ”
kata Bondan lagi.
”
Mana ada sombong – sombong ” Jane menjawab dengan lembut.
”
Udah punya pacar Jane? ” Sambung Deni.
Dan
gadis itu pun malu kemudian gadis itu menggelengkan kepalanya.
“
Baguslah. Kalau gak, jadi pacar aku aja. ” kata Deni
Jane pun menjawab ” Enggak mau aku ”
Murid – murid itu menertawakan Deni. Ternyata Bonda sama
Deni itu agak ngak baikan. Ternyata sejak sering bertengkar duluan.
Bondan pun berkata ” Hey lihat Deni, muka mu itu hancur. Kalau
kamu bercermin aja pecah cerminnya, apalagi menyukai Jane. Enggak mungkin Jane
menerima kamu, ngaca dong! ”.
Tawa murid – murid di kelas pun bertambah, dan terdengar
kelas sebelah. Akibat keributan tersebut, salah seorang murid di ruang sebelah
masuk dan berkata ” Jangan rebut, kami sedang belajar ”.
Tiba
– tiba saja wali kelas yang bernama Sulys masuk. Semua murid bertaburan
menduduki bangku mereka masing – masing. Dan wali kelas itu menyapa ” selamar
pagi anak – anak, ngapain kalian ribut – rebut kalau enggak ada guru yang
masuk. Jangan teriak – teriak, enggak enak terdengar sama kelas – kelas yang
lain ”.
Sesudah
ibu Sulys menasehati mereka, ibu Sulys pun membuka buku absensi dan memanggil
satu persatu siswa yang ada di dalam kelas itu. Bel pelajaran pun berganti.
Bel
tanda bunyi berakhir dan ibu Sulys pun keluar. Dalam kekacauan di dalam kelas,
Deni pun menghampiri Jane dan mengajak dia pergi ke kantin. Mereka pun pergi,
dan bondan mau mempermalukan Deni dengan berkata ” Awas Jane, hati – hati
sedikit, nanti dompetnya hilang pindah ke tangan Deni! ”. Murid di kelas
menertawakan Deni, dan Deni berkata kepada Deni ” Jangan percaya omongan anak –
anak Jane, jangan! ”.
Jane
menjawab ” udah, udah. Jangan bertengkar lagi ”. Dan Jane pun menarik mereka
dan mengajak mereka baikan. Ternyata
orang ini bersekongkol mengambil perhatian Jane. Ternyata ide itu dari bos
mereka yang bernama Riyan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar