SMA NEGERI 1 RUNDENG

SMA NEGERI 1 RUNDENG
kumpulan Siswa Kelas IPA 3 SMA NEGERI 1 RUNDENG

Rabu, 15 Februari 2012


 

CINTA TERLARANG
Hari ini adalah hari pertama Riyan masuk sekolah lagi, setelah lamanya Riyan masuk sekolah. Semulanya Riyan kelas 1, 2 dan Riyan pun naik kelas 3.
Hari ini Riyan memasuki kelas 3 IPA-2. Setelah Riyan memasuki ruang kelas 3 IPA-2 itu, dia melihat sesosok teman yang sudah tak asing lagi yaitu teman akrabnya.
”Hay Riyan” seru Deni.
Salah satu sahabat Riyan sejak masih kelas satu.
            ”Hallo sobat” balas Riyan.
”Kita bertemu lagi”
” Gue kira kita gaki bakalan ketemu lagi, dan tidak pernah pernah jumpa satu kelas lagi”
Dan Deni mendekati Riyan dan mengajak dia satu tempat duduk.
”Hai Riyan kamuy duduk sama siapa?” tanya Deni.
”Lo sendiri?” Riyan balik tanya
”Gue yang nanyak sama kamu dimana kamu duduk kok nanya balik sama gue sih?” Kata Deni.
”Bagaimana kalau kamu duduk sama gue aja ?” Ajak Deni menawarkan.
Mereka pun mencari bangku dan duduk berdua, mereka ngobrol – ngobrol dan bercanda – canda. Di tengah obrolan mereka datanglah seorang gadis masuk lewat pintu. Riyan pun melihat gadis itu, Deni pun melungu semacam sapi ompong, dan gadis itu pun mengangguk. Kemudian gadis itu pun pergi ke tempat duduknya dan ngobrol sama temen – temennya.
Rupanya Riyan bertanya dalam hatinya. Udah dua tahun saya bersekolah di SMU ini, belum pernah aku jumpa sama dia, aku yakin dia pasti anak baru.
Bel tanda masuk kelas berbunyi, dan semua murid – murid pun masuk ke dalam kelas. Semua murid – murid menempati tempat duduknya masing – masing. Lalu perempuan itu berdiri dan menyapa murid – murid di dalam kelas.
”Selamat pagi teman – teman semua, nama ku Jane” Seru gadis itu
” Siapa? Kurang keras! ” Jawab Bondan yang duduk dibangku paling pojok sebelah kanan.
” Nama ku Jane ” ulang gadis itu dengan sikap tersenyum.
” Asal dari mana? ” Sambung Bondan.
” Saya berasal dari Medan ” Jawab gadis itu.
” Ohh. Anak metropolitan ya?. Teman ku pulang dari Medan katanya orang Medan itu sombong – sombong. Apakah betul Jane? ” kata Bondan lagi.
” Mana ada sombong – sombong ” Jane menjawab dengan lembut.
” Udah punya pacar Jane? ” Sambung Deni.
Dan gadis itu pun malu kemudian gadis itu menggelengkan kepalanya.
“ Baguslah. Kalau gak, jadi pacar aku aja. ” kata Deni
Jane pun menjawab ” Enggak mau aku ”
Murid – murid itu menertawakan Deni. Ternyata Bonda sama Deni itu agak ngak baikan. Ternyata sejak sering bertengkar duluan.
Bondan pun berkata ” Hey lihat Deni, muka mu itu hancur. Kalau kamu bercermin aja pecah cerminnya, apalagi menyukai Jane. Enggak mungkin Jane menerima kamu, ngaca dong! ”.
Tawa murid – murid di kelas pun bertambah, dan terdengar kelas sebelah. Akibat keributan tersebut, salah seorang murid di ruang sebelah masuk dan berkata ” Jangan rebut, kami sedang belajar ”.
Tiba – tiba saja wali kelas yang bernama Sulys masuk. Semua murid bertaburan menduduki bangku mereka masing – masing. Dan wali kelas itu menyapa ” selamar pagi anak – anak, ngapain kalian ribut – rebut kalau enggak ada guru yang masuk. Jangan teriak – teriak, enggak enak terdengar sama kelas – kelas yang lain ”.
Sesudah ibu Sulys menasehati mereka, ibu Sulys pun membuka buku absensi dan memanggil satu persatu siswa yang ada di dalam kelas itu. Bel pelajaran pun berganti.
Bel tanda bunyi berakhir dan ibu Sulys pun keluar. Dalam kekacauan di dalam kelas, Deni pun menghampiri Jane dan mengajak dia pergi ke kantin. Mereka pun pergi, dan bondan mau mempermalukan Deni dengan berkata ” Awas Jane, hati – hati sedikit, nanti dompetnya hilang pindah ke tangan Deni! ”. Murid di kelas menertawakan Deni, dan Deni berkata kepada Deni ” Jangan percaya omongan anak – anak Jane, jangan! ”.
Jane menjawab ” udah, udah. Jangan bertengkar lagi ”. Dan Jane pun menarik mereka dan mengajak mereka baikan. Ternyata orang ini bersekongkol mengambil perhatian Jane. Ternyata ide itu dari bos mereka yang bernama Riyan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar